Samsudin Tajmal Kecam Pemasangan Spanduk Ujaran Kebencian terhadap Ketua DPD I Golkar Aceh, Desak Aparat Usut Tuntas

AGARA NOW

- Redaksi

Rabu, 22 April 2026 - 23:53 WIB

5031 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane, 21 April 2026 – Pembina Lembaga Swadaya Masyarakat Koalisi Masyarakat Pemantau Korupsi Aceh Tenggara, Samsudin Tajmal, yang akrab disapa Bang Samta, mengecam keras pemasangan spanduk yang memuat ujaran kebencian dan serangan terhadap martabat Ketua DPD I Partai Golkar Aceh, HM Salim Fakhry, SE., MM. Spanduk-spanduk bernada provokatif itu ditemukan terpasang di sejumlah titik strategis di wilayah hukum Kota Banda Aceh dan menimbulkan keprihatinan tajam sejumlah kalangan.

Samta, yang juga menjabat sebagai Ketua Pimpinan Cabang Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia – Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC F-SPTI-K-SPSI) Aceh Tenggara, menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk pembunuhan karakter secara terstruktur serta melanggar etika dan norma demokrasi. Ia mengutuk keras cara-cara yang dinilai tak beradab itu yang berpotensi menimbulkan kegaduhan dan merusak iklim politik yang kondusif di Aceh.

Dalam pernyataannya kepada awak media di Kutacane, Selasa (21/4/2026), Samsudin tegas mendesak Kapolda Aceh dan Kapolresta Banda Aceh untuk segera mengusut dan menangkap para pelaku serta aktor intelektual yang berada di balik pemasangan spanduk tersebut. Menurutnya, aksi ini jelas-jelas menyalahi ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) karena menyebarkan ujaran kebencian di ruang publik yang dilarang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami meminta aparat hukum bertindak cepat dan tegas agar pelaku tidak berkeliaran dan memberi efek jera bagi siapa pun yang berniat menggunakan cara-cara kotor untuk menjatuhkan tokoh masyarakat,” ujar Samsudin Tajmal.

Ia juga mengecam keras praktik politik kotor yang dicerminkan oleh kata-kata dalam spanduk, seperti sebutan “Mulut Ember” dan “Anti Kritik” untuk HM Salim Fakhry. Menurut Samsudin, narasi tersebut merupakan fitnah keji yang sengaja disebar untuk merusak citra dan reputasi Bupati Aceh Tenggara di mata publik. Ini bukan bentuk kritik produktif, melainkan serangan pribadi yang tidak beretika dan tidak pantas dilakukan dalam negara demokrasi.

“Dalam demokrasi, kritik adalah hal yang biasa dan harus diterima sebagai bagian dari dinamika pemerintahan, tapi dengan cara-cara terhormat dan mencerdaskan. Memasang spanduk tanpa identitas yang menyerang ranah pribadi bukanlah kritik tetapi tindakan pidana,” ujarnya lagi.

Sebagai tokoh yang aktif membina organisasi buruh dan lembaga swadaya masyarakat di Aceh Tenggara, Samsudin Tajmal juga mengimbau kepada seluruh anggota Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia dan para simpatisan di wilayah tersebut agar tidak mudah terpancing emosional dan tidak bertindak di luar hukum. Ia menegaskan seluruh proses hukum harus diserahkan kepada aparat penegak hukum agar berjalan sesuai prosedur dan keadilan ditegakkan.

“Kita tidak boleh main hakim sendiri. Mari kita serahkan sepenuhnya kepada polisi supaya kasus ini ditangani secara adil dan transparan,” kata Samsudin, menambahkan bahwa menjaga ketertiban dan kedamaian adalah kewajiban bersama demi kelangsungan pembangunan di Aceh Tenggara.

Kasus pemasangan spanduk bernada kebencian ini menjadi pengingat penting soal batasan kebebasan berpendapat dalam ruang demokrasi. Pemerintah daerah dan masyarakat harus bersinergi menjaga agar demokrasi berjalan sehat dan tidak dimanfaatkan oleh oknum yang hendak menyebarkan perpecahan. Langkah cepat aparat hukum dalam mengusut perkara diharapkan dapat memberi pelajaran berharga dan mengembalikan kredibilitas serta kehormatan publik terhadap tokoh yang menjadi sasaran serangan.

Samsudin Tajmal meyakini bahwa Aceh Tenggara, dengan semangat Bumi Sepakat Segenep, mampu melewati polemik ini dengan menjaga persatuan dan solidaritas. Ia mengajak semua pihak agar menggunakan mekanisme yang benar dan duduk bersama dalam dialog konstruktif, bukan dengan cara-cara destruktif yang merugikan masyarakat luas.

Laporan lengkap tentang kasus ini masih terus diikuti perkembangan penyelidikannya oleh aparat hukum di Aceh dan diharapkan segera memberikan hasil yang adil bagi semua pihak.

Laporan : Yasir Asbalah

Berita Terkait

Polres Aceh Tenggara Ungkap Peredaran Sabu di Lawe Alas, 30 Paket Diamankan
Kapolres Aceh Tenggara Beri Penghargaan Tiga Kapolsek Terbaik, Kebersihan Mako Jadi Perhatian
Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke-74, Kapolres Aceh Tenggara Gelar Bakti Kesehatan dan Bakti Sosial
Keluarga Korban Salah Diagnosis HIV di Aceh Tenggara Desak Penegakan Hukum dan Transparansi Medis
Dugaan Bantuan Rehabilitasi Rumah Korban Banjir Aceh Tenggara Dipangkas, Anggaran Rp100 Juta untuk 10 Rumah Dipertanyakan
Mengukir Jejak, Melanjutkan Amanah : Polres Aceh Tenggara Sambut Pemimpin Baru dengan Semangat Presisi
Memastikan Pelayanan Berjalan Optimal, Direktur RSUD Kutacane Besuk Sejumlah Pasien
Grasstrack Kapolres Agara Sukses Digelar, Semangat Bhayangkara dan Prestasi Berpacu di Sirkuit IMI Aceh Tenggara

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 01:15 WIB

Prof DR Sutan Nasomal : Bijaksana Mengartikan Londo Ireng Sangat Penting Karena Semua Itu Adalah Saksi Sejarah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:02 WIB

Tanpa Rompi, Tanpa Borgol, Eks Jampidsus Jadi Sorotan: PW GP Al Washliyah Desak Transparansi

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:41 WIB

Pesan dari Kalimantan Menggema hingga Jakarta, PW GP Al Washliyah DKI: Lagu ‘Teruslah Melangkah’ Mayjen TNI Krido Pramono Bangkitkan Semangat Generasi Muda Berkarya

Selasa, 21 Juli 2026 - 22:53 WIB

Berani lawan Judol dan Pinjol, DPR RI Yasonna H. Laoly Diteror Puluhan Telepon Misterius, PW GP Al Washliyah Desak Kemkomdigi Usut Tuntas

Senin, 20 Juli 2026 - 20:48 WIB

DPP LPPI: Publik Berhak Tahu Siapa yang Mengatur Konferensi Pers Hotman di Gedung Kejagung

Senin, 20 Juli 2026 - 18:02 WIB

Pernyataan Hotman Sebut Kapolri Harus Izin Presiden untuk Tetapkan Tersangka, DPP LPPI : Sangat Menyesatkan

Kamis, 11 Juni 2026 - 04:56 WIB

Prof Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Total Hak Hidup Dan Mati “Sedang Di Jadikan Judi Elit Global”

Selasa, 9 Juni 2026 - 03:20 WIB

Profesor Sutan Nasomal Pahlawan TBA Basuni Kota Hujan Bogor Dan Pahlawan di Nusantara Presiden Data Ulang Tercecer, Agar Adil Pejuang Mendapatkan Haknya

Berita Terbaru