LSM KOMPAK Aceh Tenggara Kecam Pemasangan Spanduk Provokatif terhadap HM Salim Fakhry, Desak Polda Aceh Tangkap Pelaku

AGARA NOW

- Redaksi

Kamis, 23 April 2026 - 00:01 WIB

5030 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tenggara, 21 April 2026 — Lembaga Swadaya Masyarakat Koalisi Masyarakat Pemantau Korupsi (LSM KOMPAK) Aceh Tenggara mengecam keras aksi pemasangan spanduk bernada ujaran kebencian dan provokatfi yang ditujukan kepada Ketua DPD I Partai Golkar Aceh sekaligus Bupati Aceh Tenggara, HM Salim Fakhry, SE., MM. Sejumlah spanduk yang berisikan kalimat seperti “Mulut Ember Tak Beretika” dan “Anti Kritik” ditemukan tersebar di beberapa titik strategis di Kota Banda Aceh pada Selasa, 21 April 2026.

Pemasangan spanduk tersebut dinilai bukan lagi sebuah bentuk penyampaian aspirasi yang sehat, melainkan langkah terstruktur untuk melakukan pembunuhan karakter dan pencemaran nama baik terhadap tokoh publik yang tengah memimpin Aceh Tenggara. Ketua LSM KOMPAK Aceh Tenggara, Adnan Kst, menegaskan bahwa kampanye hitam semacam ini merupakan tindakan politik kotor yang berpotensi memecah belah masyarakat dan mengganggu stabilitas keamanan di tengah dinamika politik regional yang mulai memanas menjelang pemilihan kepala daerah.

“Ini adalah cara-cara yang sangat tidak terpuji, bertolak belakang dengan nilai-nilai budaya dan etika masyarakat Aceh yang selama ini menjunjung tinggi sopan santun dan tata krama dalam menyampaikan kritik,” kata Adnan melalui pernyataan resmi yang disampaikan pada Selasa sore. Ia meminta agar seluruh lapisan masyarakat tidak terjebak dalam provokasi serta tetap mengedepankan perdamaian dan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adnan menegaskan bahwa pihaknya mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Aceh dan Polresta Banda Aceh untuk mengambil langkah cepat dan tegas dengan melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap pemasangan spanduk provokatif ini. Langkah awal yang perlu dilakukan adalah melakukan pemeriksaan CCTV di lokasi-lokasi pemasangan spanduk guna mengidentifikasi pelaku maupun aktor intelektual yang berada di balik insiden tersebut. “Tidak boleh ada ruang bagi pelaku atau pihak yang ingin merusak keharmonisan masyarakat Aceh Tenggara dan Aceh secara umum,” ujarnya.

Lebih jauh, LSM KOMPAK juga mengajak seluruh simpatisan maupun masyarakat Aceh Tenggara untuk menyerahkan persoalan ini sepenuhnya kepada aparat hukum dan tidak bersikap main hakim sendiri yang justru berpotensi memperburuk situasi. Mereka mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban, kedamaian, dan kondusivitas politik demi kelangsungan pembangunan serta kesejahteraan masyarakat di daerah serta menjaga nama baik Aceh secara luas.

Fenomena pencatutan nama tokoh melalui kampanye hitam dan ujaran kebencian lewat media luar ruang, seperti spanduk ilegal, menunjukan bahaya praktik politik yang memecah belah dan merusak citra pemimpin yang sedang mengabdi. Aksi seperti ini tidak hanya menyulitkan perjalanan kepemimpinan, tetapi juga menimbulkan kecemasan di kalangan warga yang menginginkan suasana aman dan damai.

Tokoh politik dan masyarakat sipil Aceh Tenggara kini menanti langkah konkret aparat hukum dalam menegakkan keadilan dan mencegah berulangnya praktik serupa di masa yang akan datang. Upaya ini dianggap penting sebagai bagian dari pembinaan demokrasi yang sehat, yang menghormati hak setiap pihak untuk didengar tanpa harus mengorbankan rasa saling hormat dan toleransi.

Sebagai daerah yang sekaligus kaya dengan tradisi dan budaya yang menjunjung tinggi nilai kesantunan, Aceh Tenggara dituntut mampu menjaga harmoni masyarakat dan mengelola dinamika politik secara positif. Kasus pemasangan spanduk ujaran kebencian ini harus menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk membangun dialog terbuka yang lebih terhormat dan membangun, serta menghindari cara-cara hitam yang merusak tatanan sosial.

Ke depan, dukungan penuh masyarakat dan lembaga masyarakat sipil terhadap penegakan hukum diharapkan dapat menjaga Aceh Tenggara tetap sebagai wilayah yang aman, demokratis, dan damai, sehingga para pemimpin daerah bisa fokus menjalankan tugas pembangunan tanpa gangguan dari politik kotor dan ujaran kebencian.

Laporan : Yasir Asbalah

Berita Terkait

Polres Aceh Tenggara Ungkap Peredaran Sabu di Lawe Alas, 30 Paket Diamankan
Kapolres Aceh Tenggara Beri Penghargaan Tiga Kapolsek Terbaik, Kebersihan Mako Jadi Perhatian
Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke-74, Kapolres Aceh Tenggara Gelar Bakti Kesehatan dan Bakti Sosial
Keluarga Korban Salah Diagnosis HIV di Aceh Tenggara Desak Penegakan Hukum dan Transparansi Medis
Dugaan Bantuan Rehabilitasi Rumah Korban Banjir Aceh Tenggara Dipangkas, Anggaran Rp100 Juta untuk 10 Rumah Dipertanyakan
Mengukir Jejak, Melanjutkan Amanah : Polres Aceh Tenggara Sambut Pemimpin Baru dengan Semangat Presisi
Memastikan Pelayanan Berjalan Optimal, Direktur RSUD Kutacane Besuk Sejumlah Pasien
Grasstrack Kapolres Agara Sukses Digelar, Semangat Bhayangkara dan Prestasi Berpacu di Sirkuit IMI Aceh Tenggara

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 01:15 WIB

Prof DR Sutan Nasomal : Bijaksana Mengartikan Londo Ireng Sangat Penting Karena Semua Itu Adalah Saksi Sejarah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:02 WIB

Tanpa Rompi, Tanpa Borgol, Eks Jampidsus Jadi Sorotan: PW GP Al Washliyah Desak Transparansi

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:41 WIB

Pesan dari Kalimantan Menggema hingga Jakarta, PW GP Al Washliyah DKI: Lagu ‘Teruslah Melangkah’ Mayjen TNI Krido Pramono Bangkitkan Semangat Generasi Muda Berkarya

Selasa, 21 Juli 2026 - 22:53 WIB

Berani lawan Judol dan Pinjol, DPR RI Yasonna H. Laoly Diteror Puluhan Telepon Misterius, PW GP Al Washliyah Desak Kemkomdigi Usut Tuntas

Senin, 20 Juli 2026 - 20:48 WIB

DPP LPPI: Publik Berhak Tahu Siapa yang Mengatur Konferensi Pers Hotman di Gedung Kejagung

Senin, 20 Juli 2026 - 18:02 WIB

Pernyataan Hotman Sebut Kapolri Harus Izin Presiden untuk Tetapkan Tersangka, DPP LPPI : Sangat Menyesatkan

Kamis, 11 Juni 2026 - 04:56 WIB

Prof Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Total Hak Hidup Dan Mati “Sedang Di Jadikan Judi Elit Global”

Selasa, 9 Juni 2026 - 03:20 WIB

Profesor Sutan Nasomal Pahlawan TBA Basuni Kota Hujan Bogor Dan Pahlawan di Nusantara Presiden Data Ulang Tercecer, Agar Adil Pejuang Mendapatkan Haknya

Berita Terbaru