Jelang Nataru, Ustad Ismail Hasan (Eks Napiter) Nyatakan Komitmen Jaga Kedamaian dan Tolak Terorisme

AGARA NOW

- Redaksi

Selasa, 2 Desember 2025 - 15:57 WIB

5066 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG || Komitmen kuat untuk menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) datang dari sosok yang tak terduga. Ustad Ismail Hasan, seorang Eks Narapidana Terorisme (Napiter), menyatakan ikrar kesiapan dirinya untuk berpartisipasi aktif, nyata dan bertanggung jawab dalam memastikan suasana damai dan toleran.

*Pernyataan Komitmen Menjaga Kamtibmas Menjelang Nataru*

Melalui keterangannya, Selasa (2/12), Ustad Ismail Hasan selaku Eks Napiter, dengan ini menyatakan komitmen kami untuk berpartisipasi aktif, nyata dan bertanggung jawab dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), khususnya menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan komitmen ini, kami menyampaikan ikrar sebagai berikut:

1. Kami menolak segala bentuk ideologi ekstrem dan tindakan terorisme yang dapat mengganggu kedamaian dan kerukunan antar umat beragama.
2. Kami siap menjadi benteng perdamaian dan secara aktif mengedukasi lingkungan kami, untuk tidak mudah terprovokasi oleh narasi kebencian yang dapat menimbulkan polarisasi di masyarakat.
3. Kami mendukung penuh aparat penegak hukum dalam melaksanakan tugas pengamanan Natal dan Tahun Baru, karena setiap warga negara Indonesia berhak melaksanakan ibadah dan perayaan keagamaan dengan aman dan damai.
4. Kami siap mendukung dan berkolaborasi dengan TNI dan Polri serta stakeholder lainnya, dalam menyukseskan Operasi Lilin atau pengamanan Nataru.
5. Kami bertekad untuk menjadi pelopor dalam merawat kerukunan dan toleransi di tengah masyarakat, menghormati hak setiap warga negara untuk beribadah sesuai keyakinan masing-masing.
6. Kami berikrar bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila adalah harga mati yang wajib dijaga bersama.

“Demikian komitmen kami dalam menjaga ideologi Pancasila demi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari ancaman radikal, intoleran dan terorisme,” tandasnya. (Red).

Berita Terkait

Founder Rumah Saraswati: Generasi Muda Agar Tidak Terjebak Dalam Tindakan Anarkis
Rumah Rakyat Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis Andri Yunus, Serukan Aksi “Indonesia Mencekam” di Depan Gedung Merdeka Kota Bandung
Pemuda Lintas Iman Jabar : Kekerasan Terhadap Aktivitas Sebagai Alarm Bahaya Terhadap Negara Hukum

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 01:15 WIB

Prof DR Sutan Nasomal : Bijaksana Mengartikan Londo Ireng Sangat Penting Karena Semua Itu Adalah Saksi Sejarah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:02 WIB

Tanpa Rompi, Tanpa Borgol, Eks Jampidsus Jadi Sorotan: PW GP Al Washliyah Desak Transparansi

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:41 WIB

Pesan dari Kalimantan Menggema hingga Jakarta, PW GP Al Washliyah DKI: Lagu ‘Teruslah Melangkah’ Mayjen TNI Krido Pramono Bangkitkan Semangat Generasi Muda Berkarya

Selasa, 21 Juli 2026 - 22:53 WIB

Berani lawan Judol dan Pinjol, DPR RI Yasonna H. Laoly Diteror Puluhan Telepon Misterius, PW GP Al Washliyah Desak Kemkomdigi Usut Tuntas

Senin, 20 Juli 2026 - 20:48 WIB

DPP LPPI: Publik Berhak Tahu Siapa yang Mengatur Konferensi Pers Hotman di Gedung Kejagung

Senin, 20 Juli 2026 - 18:02 WIB

Pernyataan Hotman Sebut Kapolri Harus Izin Presiden untuk Tetapkan Tersangka, DPP LPPI : Sangat Menyesatkan

Kamis, 11 Juni 2026 - 04:56 WIB

Prof Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Total Hak Hidup Dan Mati “Sedang Di Jadikan Judi Elit Global”

Selasa, 9 Juni 2026 - 03:20 WIB

Profesor Sutan Nasomal Pahlawan TBA Basuni Kota Hujan Bogor Dan Pahlawan di Nusantara Presiden Data Ulang Tercecer, Agar Adil Pejuang Mendapatkan Haknya

Berita Terbaru