Aceh Tenggara Krisis BBM, Warga Resah dan Antre Mengular di SPBU

AGARA NOW

- Redaksi

Senin, 6 Oktober 2025 - 04:26 WIB

50158 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane — Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) melanda wilayah Kabupaten Aceh Tenggara sejak empat hari terakhir. Kondisi ini membuat warga resah, aktivitas harian terganggu, dan antrean panjang kendaraan tampak di hampir semua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di daerah tersebut.

Pantauan di lapangan, antrean kendaraan roda dua dan roda empat bahkan meluber hingga ke badan jalan. Di SPBU Desa Kuning I, Kecamatan Bambel, Jumat (3/10/2025) malam, puluhan kendaraan tampak mengular. Beberapa pengendara bahkan membawa jerigen sebagai langkah antisipasi bila kelangkaan bahan bakar berlangsung lebih lama.

“Sekarang susah nyari minyak, Bang. Kalau isi di SPBU harus antre panjang, sedangkan di kios eceran juga sudah sulit ditemukan,” keluh Riki, warga Kecamatan Lawe Bulan yang harus bolak-balik untuk mencari bahan bakar bagi sepeda motornya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya pengendara, pedagang kecil yang mengandalkan kendaraan keliling untuk berjualan juga mulai merasakan dampaknya. Sejumlah tukang sayur dan pedagang makanan ringan mengaku terpaksa membatasi operasional mereka karena keterbatasan BBM. Warga pada umumnya juga mulai mengurangi perjalanan dan aktivitas di luar rumah demi menghemat bahan bakar yang tersisa.

Di tengah situasi ini, jenis BBM bersubsidi seperti Pertalite disebut-sebut menjadi yang paling sulit ditemukan. Di beberapa SPBU, stok Pertalite dinyatakan kosong, dan yang masih tersedia hanya Pertamax dengan harga yang jauh lebih tinggi. Masyarakat menengah ke bawah pun makin terbebani dengan kondisi ini.

“Biasanya saya isi Rp20 ribu bisa buat dua hari jualan. Sekarang kalau beli Pertamax, cepat habis dan mahal pula,” kata Rizal, seorang pedagang gorengan keliling.

Seorang petugas di SPBU Desa Kuning, Kecamatan Bambel, membenarkan bahwa pasokan BBM ke SPBU memang mengalami pengurangan dalam beberapa hari terakhir. Namun, dia tidak merinci penyebab atau sampai kapan kondisi itu akan berlangsung.

“Stok BBM lagi dibatasi dari pusat, Bang. Jadi kiriman yang masuk tidak sebanyak biasanya,” ujarnya singkat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak Pertamina, Pemkab Aceh Tenggara, maupun Dinas Perdagangan dan Perindustrian terkait penyebab pasti krisis BBM ini. Tak ada pula informasi kapan distribusi akan kembali normal.

Kondisi ini membuat warga berharap pemerintah daerah segera bertindak dan menjalin komunikasi intensif dengan pihak terkait agar pasokan segera dipulihkan. Selain mendorong distribusi BBM berjalan lancar, warga juga meminta adanya pengawasan ketat agar tidak terjadi penimbunan atau penyalahgunaan di lapangan.

“Kami masyarakat kecil yang paling kena dampaknya. Pemerintah jangan diam. Harus ada solusi cepat sebelum situasi makin parah,” ucap Safaruddin, warga Bukit Tusam, yang mengaku sudah tiga hari mencari BBM tanpa hasil.

Kelangkaan BBM di Aceh Tenggara ini menjadi perhatian, apalagi terjadi di tengah tingginya kebutuhan masyarakat terhadap mobilitas harian. Warga kini hanya bisa berharap antrean panjang segera berakhir dan aktivitas kembali normal seperti sediakala.

Berita Terkait

Polres Aceh Tenggara Ungkap Peredaran Sabu di Lawe Alas, 30 Paket Diamankan
Kapolres Aceh Tenggara Beri Penghargaan Tiga Kapolsek Terbaik, Kebersihan Mako Jadi Perhatian
Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke-74, Kapolres Aceh Tenggara Gelar Bakti Kesehatan dan Bakti Sosial
Keluarga Korban Salah Diagnosis HIV di Aceh Tenggara Desak Penegakan Hukum dan Transparansi Medis
Dugaan Bantuan Rehabilitasi Rumah Korban Banjir Aceh Tenggara Dipangkas, Anggaran Rp100 Juta untuk 10 Rumah Dipertanyakan
Mengukir Jejak, Melanjutkan Amanah : Polres Aceh Tenggara Sambut Pemimpin Baru dengan Semangat Presisi
Memastikan Pelayanan Berjalan Optimal, Direktur RSUD Kutacane Besuk Sejumlah Pasien
Grasstrack Kapolres Agara Sukses Digelar, Semangat Bhayangkara dan Prestasi Berpacu di Sirkuit IMI Aceh Tenggara

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 01:15 WIB

Prof DR Sutan Nasomal : Bijaksana Mengartikan Londo Ireng Sangat Penting Karena Semua Itu Adalah Saksi Sejarah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:02 WIB

Tanpa Rompi, Tanpa Borgol, Eks Jampidsus Jadi Sorotan: PW GP Al Washliyah Desak Transparansi

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:41 WIB

Pesan dari Kalimantan Menggema hingga Jakarta, PW GP Al Washliyah DKI: Lagu ‘Teruslah Melangkah’ Mayjen TNI Krido Pramono Bangkitkan Semangat Generasi Muda Berkarya

Selasa, 21 Juli 2026 - 22:53 WIB

Berani lawan Judol dan Pinjol, DPR RI Yasonna H. Laoly Diteror Puluhan Telepon Misterius, PW GP Al Washliyah Desak Kemkomdigi Usut Tuntas

Senin, 20 Juli 2026 - 20:48 WIB

DPP LPPI: Publik Berhak Tahu Siapa yang Mengatur Konferensi Pers Hotman di Gedung Kejagung

Senin, 20 Juli 2026 - 18:02 WIB

Pernyataan Hotman Sebut Kapolri Harus Izin Presiden untuk Tetapkan Tersangka, DPP LPPI : Sangat Menyesatkan

Kamis, 11 Juni 2026 - 04:56 WIB

Prof Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Total Hak Hidup Dan Mati “Sedang Di Jadikan Judi Elit Global”

Selasa, 9 Juni 2026 - 03:20 WIB

Profesor Sutan Nasomal Pahlawan TBA Basuni Kota Hujan Bogor Dan Pahlawan di Nusantara Presiden Data Ulang Tercecer, Agar Adil Pejuang Mendapatkan Haknya

Berita Terbaru