Diduga Selewengkan Dana Desa Rp1 Miliar, Kepala Desa di Aceh Tenggara Dilaporkan Warga ke Kejaksaan

AGARA NOW

- Redaksi

Senin, 6 Oktober 2025 - 04:28 WIB

50100 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane — Nama Kepala Desa (Keuchik) Lawe Pinis, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara, kini jadi perbincangan hangat warga dan publik luas. Di tengah isu memiliki tiga istri, sang keuchik justru tersandung dugaan serius penyelewengan dana desa yang nilainya mencapai Rp1 miliar. Tak lagi dikenal sebagai sosok sederhana, kepala desa ini kini disebut mengalami “perubahan drastis” gaya hidup sejak menjabat.

Laporan terhadap keuchik dilayangkan oleh tujuh warga Desa Lawe Pinis ke Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara, Jumat (3/10/2025). Warga menyerahkan dokumen dugaan korupsi dana desa mulai dari tahun anggaran 2022 hingga 2024, lengkap dengan bukti-bukti awal yang mereka klaim telah diverifikasi.

“Kami hanya ingin kejelasan. Banyak proyek desa yang tidak terlihat hasilnya, tapi anggarannya sudah cair. Ini uang rakyat, bukan untuk memperkaya pribadi,” ujar salah satu warga pelapor, yang meminta namanya tidak dipublikasikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam laporan tersebut, warga menuding adanya sejumlah kegiatan fiktif, penggelembungan anggaran (mark up), serta proyek pembangunan yang tak kunjung terealisasi meski dana sudah habis digunakan. Tak hanya soal keuangan, warga juga menyoroti perubahan kehidupan pribadi sang keuchik yang dinilai mencolok sejak menjabat.

Salah satu isu yang ikut menyeruak ke permukaan adalah kabar bahwa sang kepala desa memiliki tiga istri, salah satunya disebut masih tinggal di desa yang sama. Isu ini makin memperkeruh suasana, karena dianggap jadi gambaran dari gaya hidup baru sang keuchik yang dinilai jauh dari kesederhanaan.

“Sebelum menjabat, dia biasa saja, dekat dengan rakyat. Tapi sekarang seperti pejabat tinggi. Mobil ganti, rumah mewah, bahkan kabarnya istrinya tiga,” kata salah satu warga.

Kisah yang tadinya hanya beredar dari mulut ke mulut warga kini berubah menjadi tindakan nyata. Warga tak hanya melapor ke kejaksaan, mereka juga dibantu oleh sebuah lembaga jaringan pelapor publik yang melanjutkan laporan serupa ke beberapa institusi penegak hukum nasional, seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Mabes Polri, hingga Mahkamah Konstitusi.

“Kami sudah tidak tahan. Ini bukan soal politik, ini soal keadilan. Uang desa yang seharusnya untuk pembangunan, malah habis tanpa hasil. Kami minta semua lembaga hukum menindaklanjuti,” tegas salah satu warga lainnya yang ikut dalam rombongan pelapor.

Masyarakat menilai, jika masalah ini dibiarkan, akan menciptakan preseden buruk dalam tata kelola pemerintahan desa. Apalagi, dana desa merupakan salah satu program andalan pemerintah pusat untuk pembangunan di tingkat paling bawah.

Warga kini berharap aparat penegak hukum serius menyikapi laporan tersebut. Mereka menuntut dilakukan audit menyeluruh terhadap kas desa Lawe Pinis, serta pemanggilan terhadap semua pihak yang terlibat dalam pengelolaan dana desa selama tiga tahun terakhir.

“Kalau aparat hukum diam, lama-lama rakyat bisa hilang kepercayaan. Kami ingin keadilan nyata, bukan janji manis,” tegas seorang tokoh masyarakat di sela-sela aksi pelaporan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari Kepala Desa Lawe Pinis maupun pihak Kejari Aceh Tenggara terkait laporan tersebut. Sementara itu, warga tetap berkomitmen mengawal proses hukum hingga tuntas dan mengajak desa-desa lain untuk lebih peduli terhadap pengawasan dana publik di tingkat kampung.

Berita Terkait

Polres Aceh Tenggara Ungkap Peredaran Sabu di Lawe Alas, 30 Paket Diamankan
Kapolres Aceh Tenggara Beri Penghargaan Tiga Kapolsek Terbaik, Kebersihan Mako Jadi Perhatian
Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke-74, Kapolres Aceh Tenggara Gelar Bakti Kesehatan dan Bakti Sosial
Keluarga Korban Salah Diagnosis HIV di Aceh Tenggara Desak Penegakan Hukum dan Transparansi Medis
Dugaan Bantuan Rehabilitasi Rumah Korban Banjir Aceh Tenggara Dipangkas, Anggaran Rp100 Juta untuk 10 Rumah Dipertanyakan
Mengukir Jejak, Melanjutkan Amanah : Polres Aceh Tenggara Sambut Pemimpin Baru dengan Semangat Presisi
Memastikan Pelayanan Berjalan Optimal, Direktur RSUD Kutacane Besuk Sejumlah Pasien
Grasstrack Kapolres Agara Sukses Digelar, Semangat Bhayangkara dan Prestasi Berpacu di Sirkuit IMI Aceh Tenggara

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 01:15 WIB

Prof DR Sutan Nasomal : Bijaksana Mengartikan Londo Ireng Sangat Penting Karena Semua Itu Adalah Saksi Sejarah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:02 WIB

Tanpa Rompi, Tanpa Borgol, Eks Jampidsus Jadi Sorotan: PW GP Al Washliyah Desak Transparansi

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:41 WIB

Pesan dari Kalimantan Menggema hingga Jakarta, PW GP Al Washliyah DKI: Lagu ‘Teruslah Melangkah’ Mayjen TNI Krido Pramono Bangkitkan Semangat Generasi Muda Berkarya

Selasa, 21 Juli 2026 - 22:53 WIB

Berani lawan Judol dan Pinjol, DPR RI Yasonna H. Laoly Diteror Puluhan Telepon Misterius, PW GP Al Washliyah Desak Kemkomdigi Usut Tuntas

Senin, 20 Juli 2026 - 20:48 WIB

DPP LPPI: Publik Berhak Tahu Siapa yang Mengatur Konferensi Pers Hotman di Gedung Kejagung

Senin, 20 Juli 2026 - 18:02 WIB

Pernyataan Hotman Sebut Kapolri Harus Izin Presiden untuk Tetapkan Tersangka, DPP LPPI : Sangat Menyesatkan

Kamis, 11 Juni 2026 - 04:56 WIB

Prof Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Total Hak Hidup Dan Mati “Sedang Di Jadikan Judi Elit Global”

Selasa, 9 Juni 2026 - 03:20 WIB

Profesor Sutan Nasomal Pahlawan TBA Basuni Kota Hujan Bogor Dan Pahlawan di Nusantara Presiden Data Ulang Tercecer, Agar Adil Pejuang Mendapatkan Haknya

Berita Terbaru