10 Kios Terbakar di Pajak Pagi Aceh Tenggara, Petugas Padamkan Api Kurang dari Satu Jam

AGARA NOW

- Redaksi

Minggu, 26 Oktober 2025 - 09:43 WIB

50334 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE – Musibah kebakaran melanda Pasar Terpadu atau yang dikenal masyarakat sebagai Pajak Pagi di Desa Lawe Rutung, Kecamatan Lawe Bulan, Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, Sabtu (25/10/2025) malam. Kobaran api yang meluluhlantakkan 10 kios semi permanen itu terjadi sekitar pukul 23.00 WIB dan baru dapat dikendalikan sekitar pukul 23.45 WIB.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian material cukup signifikan, terutama bagi para pedagang yang mengandalkan kios sebagai sumber utama penghasilan. Tim pemadam kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara mengerahkan sembilan unit armada pemadam dari dua pos utama, yakni Pos Mako Kota dan Pos Kandang Mbelang, untuk memadamkan api yang cepat membesar.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tenggara, Mohd. Asbi, ST, MM, menyampaikan bahwa laporan kebakaran diterima dari warga sekitar yang melihat api berasal dari belakang salah satu kios. Saat kebakaran terjadi, pemilik kios tidak berada di tempat. Menyadari api mulai membesar, warga segera berteriak meminta tolong dan mencoba melakukan pemadaman darurat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Begitu laporan masuk, kami langsung gerakkan tim dari dua pos terdekat. Respon cepat ini penting mengingat lokasi pasar cukup padat dan berpotensi membuat api cepat menjalar ke bangunan di sekitarnya,” ujar Mohd. Asbi dalam keterangan tertulis.

Api berhasil dijinakkan setelah 45 menit berjibaku di lapangan. Petugas pemadam dibantu warga setempat, unsur TNI, dan Polri dalam proses evakuasi dan pemadaman. Setelah api dipadamkan, tim BPBD langsung melakukan kajian cepat di lokasi serta mendata kios dan pemilik yang terdampak.

Adapun korban yang kiosnya mengalami kerusakan berat antara lain Sri Ismiati (37), Lela (44), Nani (57), Juanda (48), Marlon (54), Jon (45) – yang kehilangan dua kios sekaligus – Habib (45), Misda (28), dan Hayati (32). Seluruh korban mengalami kerugian karena kebakaran menghanguskan bangunan dan seluruh barang dagangan.

Tim Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Aceh Tenggara melaporkan bahwa tidak terdapat korban luka maupun pengungsi akibat peristiwa ini. Penyebab pasti kebakaran belum diketahui dan masih dalam penyelidikan aparat yang berwenang.

Kepala Pusdalops BPBD menyampaikan upaya penanganan telah dilakukan secara maksimal. “Setelah pemadaman, kami lakukan pendataan, dokumentasi, dan pemantauan agar tidak terjadi kebakaran susulan. Situasi saat ini sudah terkendali,” ujarnya.

Mohd. Asbi menambahkan, kejadian ini menjadi pengingat pentingnya sistem pengamanan pasar dari ancaman kebakaran. Ia mengimbau para pedagang dan pengelola pasar untuk lebih siap siaga dan memperhatikan faktor keamanan, terutama instalasi listrik dan ketersediaan alat pemadam api ringan.

“Pasar adalah pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Jika area ini terbakar, banyak keluarga terdampak. Karenanya, kami mendorong upaya mitigasi lebih baik ke depan,” tuturnya.

Hingga Minggu pagi (26/10/2025), lokasi kebakaran telah dibersihkan dari sisa puing oleh warga bersama personel Satgas BPBD. Petugas juga masih terus memantau perkembangan di sekitar lokasi dan berkoordinasi dengan lintas instansi untuk mencarikan langkah bantuan bagi pedagang yang terdampak.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini memberi dampak sosial dan ekonomi yang besar bagi para pedagang. Pemerintah daerah melalui BPBD diharapkan dapat segera menindaklanjuti kebutuhan pemulihan dan membantu korban untuk dapat kembali beraktivitas.

(Yasir Asbalah)

Berita Terkait

Polres Aceh Tenggara Ungkap Peredaran Sabu di Lawe Alas, 30 Paket Diamankan
Kapolres Aceh Tenggara Beri Penghargaan Tiga Kapolsek Terbaik, Kebersihan Mako Jadi Perhatian
Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke-74, Kapolres Aceh Tenggara Gelar Bakti Kesehatan dan Bakti Sosial
Keluarga Korban Salah Diagnosis HIV di Aceh Tenggara Desak Penegakan Hukum dan Transparansi Medis
Dugaan Bantuan Rehabilitasi Rumah Korban Banjir Aceh Tenggara Dipangkas, Anggaran Rp100 Juta untuk 10 Rumah Dipertanyakan
Mengukir Jejak, Melanjutkan Amanah : Polres Aceh Tenggara Sambut Pemimpin Baru dengan Semangat Presisi
Memastikan Pelayanan Berjalan Optimal, Direktur RSUD Kutacane Besuk Sejumlah Pasien
Grasstrack Kapolres Agara Sukses Digelar, Semangat Bhayangkara dan Prestasi Berpacu di Sirkuit IMI Aceh Tenggara

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 01:15 WIB

Prof DR Sutan Nasomal : Bijaksana Mengartikan Londo Ireng Sangat Penting Karena Semua Itu Adalah Saksi Sejarah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:02 WIB

Tanpa Rompi, Tanpa Borgol, Eks Jampidsus Jadi Sorotan: PW GP Al Washliyah Desak Transparansi

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:41 WIB

Pesan dari Kalimantan Menggema hingga Jakarta, PW GP Al Washliyah DKI: Lagu ‘Teruslah Melangkah’ Mayjen TNI Krido Pramono Bangkitkan Semangat Generasi Muda Berkarya

Selasa, 21 Juli 2026 - 22:53 WIB

Berani lawan Judol dan Pinjol, DPR RI Yasonna H. Laoly Diteror Puluhan Telepon Misterius, PW GP Al Washliyah Desak Kemkomdigi Usut Tuntas

Senin, 20 Juli 2026 - 20:48 WIB

DPP LPPI: Publik Berhak Tahu Siapa yang Mengatur Konferensi Pers Hotman di Gedung Kejagung

Senin, 20 Juli 2026 - 18:02 WIB

Pernyataan Hotman Sebut Kapolri Harus Izin Presiden untuk Tetapkan Tersangka, DPP LPPI : Sangat Menyesatkan

Kamis, 11 Juni 2026 - 04:56 WIB

Prof Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Total Hak Hidup Dan Mati “Sedang Di Jadikan Judi Elit Global”

Selasa, 9 Juni 2026 - 03:20 WIB

Profesor Sutan Nasomal Pahlawan TBA Basuni Kota Hujan Bogor Dan Pahlawan di Nusantara Presiden Data Ulang Tercecer, Agar Adil Pejuang Mendapatkan Haknya

Berita Terbaru