Anak 6 Tahun Dirujuk ke Banda Aceh Naik Motor, RS Tapaktuan Dinilai Lepas Tanggung Jawab

AGARA NOW

- Redaksi

Senin, 22 September 2025 - 02:25 WIB

50574 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh, Selatan  – Miris! Seorang anak perempuan berusia 6 tahun terpaksa menempuh perjalanan ratusan kilometer ke Banda Aceh menggunakan sepeda motor demi mendapatkan perawatan medis lanjutan. Anak bernama Hasnibar, asal Desa Kapa Sesak, Kecamatan Trumon Timur, Aceh Selatan ini dirujuk ke RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh setelah mendapat penanganan awal di RSUD dr. H. Yuliddin Away (RSUDYA) Tapaktuan.

Rujukan tertanggal 19 September 2025 tersebut menyebutkan bahwa Hasnibar mengalami gangguan serius pada matanya dan memerlukan pemeriksaan serta tindakan lanjutan di Poli Mata RSUDZA.

Ironisnya, meskipun kondisinya mendesak, pihak keluarga justru membawa Hasnibar ke Banda Aceh dengan sepeda motor setelah tidak mendapatkan fasilitasi ambulans dari rumah sakit. Hal ini disampaikan langsung oleh Adi Samridha, anggota DPRK Aceh Selatan dari Partai Aceh yang ikut membantu proses rujukan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Waktu di Tapaktuan, rumah sakit bilang tidak ada dokter mata. Saya sampai telepon direktur, saya minta tolong, ini orang miskin dan anaknya harus segera dioperasi. Akhirnya dibuatlah rujukan rawat jalan,” ujar Adi, Minggu (21/9/2025).

Menurut Adi, dokter sebenarnya memberi dua opsi rujukan, yakni ke Banda Aceh atau ke Medan. Namun karena keluarga tak memiliki siapa-siapa di Medan, akhirnya dipilih untuk dirujuk ke Banda Aceh.

Adi mengaku sempat memberikan nomor sopir angkutan umum ke pihak keluarga agar bisa menjemput pasien. Namun tanpa diduga, keluarga memilih berangkat sendiri menggunakan motor.

“Ternyata tiba-tiba mereka berangkat pakai sepeda motor dengan membawa anaknya ke Banda Aceh,” katanya.

Ia menyayangkan keputusan RSUDYA Tapaktuan yang dianggap tidak tanggap terhadap kondisi darurat pasien dari keluarga tidak mampu. Menurutnya, rumah sakit seharusnya menyediakan fasilitas ambulans, bukan membiarkan pasien kecil dalam kondisi lemah menempuh perjalanan jauh dengan sepeda motor.

“Kondisinya kurus, matanya sudah tidak nampak lagi. Layak sekali dibantu oleh rumah sakit. Masa iya nggak ada empatinya sama sekali?” tegasnya.

Sementara itu, ayah Hasnibar, Herman, membenarkan bahwa dirinya membawa anaknya ke Banda Aceh menggunakan motor karena tidak ada pilihan lain.

“Benar saya bawa anak saya dengan sepeda motor, dan sekarang saya sudah di Punge, Banda Aceh,” ujarnya singkat.

Kisah ini memantik perhatian publik di media sosial. Banyak yang mempertanyakan sistem kesiapsiagaan rumah sakit dalam menangani kasus gawat darurat, apalagi pasien anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Berita Terkait

Tata Kelola Keuangan Daerah Bobrok, Bupati Mirwan Didesak Ganti Kepala BPKD Aceh Selatan

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 03:13 WIB

Profesor Sutan Nasomal Sangat Mengapresiasi Penertiban Bangunan Lahan Melanggar Peruntukan Namun Jangan Lupakan Isi Perut Nasib Korbannya Di Jawa Barat

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:29 WIB

Klarifikasi Keluarga: Tuduhan Kalapas Labuhan Ruku dan Ka KPLP minta uang kepada almarhum Fanny Ismail Peranginangin tidak benar

Sabtu, 23 Mei 2026 - 06:33 WIB

Panen Raya Jagung di Kebun SAE, Lapas Kupang Sulap Lahan Batu Karang Jadi Simbol Ketahanan Pangan NTT

Jumat, 22 Mei 2026 - 17:23 WIB

Satgaswil Kalteng Gaungkan Pencegahan Paham IRET dan Bahaya Paham Kekerasan di Kalteng Expo HUT ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah

Kamis, 21 Mei 2026 - 21:19 WIB

Lahan Kosong di Desa Sikak Kini Produktif, Polsek Cerenti Pimpin Tanam Jagung Bersama Warga

Rabu, 20 Mei 2026 - 01:24 WIB

Satresnarkoba Polres Batu Bara kembali Ungkap Kasus Peredaran Shabu dalam ops antik Toba 2026.

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:50 WIB

Lapas Kelas I Medan Terima Kunjungan Pengawasan Anggota DPR RI Komisi XIII

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:48 WIB

Panen Raya Lele 250 Kg, Lapas Kelas I Medan Optimalkan Program Ketahanan Pangan dan Pembinaan Kemandirian

Berita Terbaru