Pangdam Iskandar Muda Terima Tiga Senjata Api Diduga Sisa Konflik, Imbau Warga Serahkan Senjata Secara Sukarela

AGARA NOW

- Redaksi

Kamis, 18 September 2025 - 05:01 WIB

50300 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh, 16 September 2025 – Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM), Mayjen TNI Joko Hadi Susilo, menerima tiga pucuk senjata api yang diduga merupakan sisa peninggalan masa konflik di Aceh. Penyerahan ketiga senjata tersebut dilakukan oleh seorang warga Aceh secara sukarela pada Senin, 15 September 2025. Meski demikian, identitas warga yang menyerahkannya tidak disebutkan oleh pihak TNI dengan alasan keamanan dan kenyamanan.

Adapun jenis senjata yang diterima terdiri dari satu pucuk Jat AK-45, satu pucuk Senapan Serbu SS1 V1, satu pucuk pistol jenis revolver, serta 72 butir munisi aktif. Seluruh barang bukti tersebut kini berada dalam pengamanan Kodam Iskandar Muda.

Pangdam IM menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas kesadaran masyarakat yang dengan sukarela menyerahkan senjata api yang masih dimiliki. Menurut Joko, tindakan itu menunjukkan adanya komitmen bersama untuk menjaga stabilitas keamanan dan memperkuat situasi damai di Aceh, pasca berakhirnya konflik antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan pemerintah pusat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami sangat menghargai kesadaran masyarakat dalam menyerahkan senjata api. Ini tentu membantu menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kodam Iskandar Muda,” ujar Mayjen Joko Hadi Susilo dalam keterangannya kepada pers, Selasa, 16 September 2025.

Lebih lanjut, Joko menegaskan bahwa keberadaan senjata api di luar kendali aparat keamanan dapat menjadi ancaman serius apabila jatuh ke tangan yang tidak bertanggung jawab. Karena itu, ia mengimbau masyarakat, khususnya mereka yang mungkin masih menyimpan senjata sisa konflik, untuk segera menyerahkannya kepada TNI atau Polri.

“Penyerahan senjata ini bukan hanya bentuk dukungan terhadap perdamaian, tetapi juga langkah nyata dalam menjaga keamanan lingkungan dan mencegah penyalahgunaan senjata,” tuturnya.

Menurut Pangdam, keberhasilan dalam penyerahan senjata ini tidak lepas dari pendekatan persuasif yang dilakukan oleh aparat teritorial TNI di lapangan. Pendekatan humanis, dialog terbuka, dan komunikasi yang intensif menjadi kunci dalam mendorong warga untuk tidak merasa terancam ketika memutuskan menyerahkan senjata api yang masih dimiliki.

Joko juga menginstruksikan seluruh jajaran Kodam Iskandar Muda untuk terus hadir di tengah-tengah masyarakat guna membangun kepercayaan publik. Ia menilai, rasa aman dan sikap terbuka warga terhadap keberadaan aparat harus dijaga melalui komunikasi sosial yang mengedepankan empati dan penghargaan.

“Kami pastikan masyarakat tidak merasa terintimidasi ketika hendak menyerahkan senjata api yang masih disimpan secara tidak resmi,” tegasnya.

Penyerahan senjata api secara sukarela oleh masyarakat ini menjadi salah satu indikator keberhasilan proses rehabilitasi pasca-konflik di Aceh. Kodam Iskandar Muda menyatakan komitmennya untuk terus menjaga iklim damai dan stabil, serta berupaya mencegah potensi gangguan keamanan di wilayah tersebut.

Upaya pengumpulan senjata sisa konflik merupakan bagian dari tanggung jawab menjaga ketertiban dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan di Aceh. Aparat keamanan berharap kolaborasi antara masyarakat dan institusi negara terus memperkuat kepercayaan terhadap perdamaian yang telah dibangun sejak penandatanganan nota kesepahaman Helsinki pada 2005 lalu.***

Berita Terkait

Ketua IWO Indonesia Provinsi Aceh Kecam Pernyataan Oknum Pejabat BPJN Aceh yang Dinilai Merendahkan Profesi Wartawan
Kapolda Aceh Pimpin Sertijab 7 Pejabat Utama dan 9 Kapolres Jajaran Polda Aceh
Transformasi PT PEMA Berjalan, Perbaikan Tata Kelola dan Pemulihan Investasi Mulai Menunjukkan Hasil
WOW, Dana Pokir Disalah Gunakan, Ternyata Untuk Bagi Bagi Proyek, TTI Bongkar Dugaan Cashback Rp 200 M Proyek Pokir
Korban Letupan Hidrolik di Ruang Mesin Kmp Aceh Hebat 2 Telah Tertangani, Pelayaran Ulee Lheue-Balohan Tetap Berjalan Normal
Penuh Haru! Safrizal ZA Jenguk Abu Doto di RSUDZA, Doakan dr. Zaini Abdullah Segera Pulih
Wakil Ketua DPRA Ali Basrah: Soal Anggaran JKA Tak Bisa Tergesa, APBA Perubahan Harus Ikuti PP 12/2019
Suryadi Djamil: Layanan JKA Tetap Berjalan, Validasi Data Penting demi Efisiensi Anggaran

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 01:15 WIB

Prof DR Sutan Nasomal : Bijaksana Mengartikan Londo Ireng Sangat Penting Karena Semua Itu Adalah Saksi Sejarah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:02 WIB

Tanpa Rompi, Tanpa Borgol, Eks Jampidsus Jadi Sorotan: PW GP Al Washliyah Desak Transparansi

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:41 WIB

Pesan dari Kalimantan Menggema hingga Jakarta, PW GP Al Washliyah DKI: Lagu ‘Teruslah Melangkah’ Mayjen TNI Krido Pramono Bangkitkan Semangat Generasi Muda Berkarya

Selasa, 21 Juli 2026 - 22:53 WIB

Berani lawan Judol dan Pinjol, DPR RI Yasonna H. Laoly Diteror Puluhan Telepon Misterius, PW GP Al Washliyah Desak Kemkomdigi Usut Tuntas

Senin, 20 Juli 2026 - 20:48 WIB

DPP LPPI: Publik Berhak Tahu Siapa yang Mengatur Konferensi Pers Hotman di Gedung Kejagung

Senin, 20 Juli 2026 - 18:02 WIB

Pernyataan Hotman Sebut Kapolri Harus Izin Presiden untuk Tetapkan Tersangka, DPP LPPI : Sangat Menyesatkan

Kamis, 11 Juni 2026 - 04:56 WIB

Prof Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Total Hak Hidup Dan Mati “Sedang Di Jadikan Judi Elit Global”

Selasa, 9 Juni 2026 - 03:20 WIB

Profesor Sutan Nasomal Pahlawan TBA Basuni Kota Hujan Bogor Dan Pahlawan di Nusantara Presiden Data Ulang Tercecer, Agar Adil Pejuang Mendapatkan Haknya

Berita Terbaru