Luhut: Demokrasi Penting, Tapi Jangan Sampai Hilang Sopan Santun

AGARA NOW

- Redaksi

Jumat, 19 September 2025 - 00:41 WIB

50230 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, kembali angkat bicara soal dinamika politik tanah air. Dalam pernyataannya, Luhut mengingatkan bahwa demokrasi merupakan hal yang sangat penting dan fundamental dalam membangun bangsa, namun tidak boleh mengikis nilai-nilai kesopanan, etika, dan penghormatan terhadap orang-orang yang telah berkontribusi untuk negeri.

“Demokrasi itu penting. Tapi jangan sampai kita kehilangan sopan santun dalam menyampaikan kritik. Apa pun perbedaan pandangannya, bangsa ini dibangun oleh banyak orang dengan segala pengorbanannya,” kata Luhut dalam pernyataan terbarunya, Kamis (18/9/2025).

Luhut, yang selama satu dekade menjadi salah satu sosok paling dekat dengan Presiden Joko Widodo, juga menegaskan bahwa selama mendampingi pemerintahan Presiden ke-7 RI tersebut, ia tidak pernah melihat ada tindakan pelanggaran konstitusi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Selama 10 tahun saya ada mendampingi Presiden Jokowi, saya tidak pernah melihat beliau melanggar konstitusi. Semuanya dijalankan sesuai aturan. Kalau beda penilaian, itu sah-sah saja, tapi tolong diberi argumen yang didukung data,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kecenderungan sejumlah pihak yang kerap menyampaikan kritik atau narasi tajam tanpa basis data yang kuat, yang menurutnya hanya memperkeruh suasana dan bisa merusak stabilitas, terlebih saat pemerintahan baru Presiden Prabowo Subianto sedang memulai masa transisinya.

“Banyak komentar pengamat yang terlalu cepat menilai, padahal tidak berdasar data. Justru ini yang membingungkan masyarakat dan menyulitkan pemerintahan yang baru mulai bekerja,” tegas Luhut.

Menurutnya, saat ini yang paling dibutuhkan adalah kekompakan seluruh elemen bangsa, baik dari pemerintahan, masyarakat sipil, hingga kalangan akademisi, untuk bersama-sama menciptakan kestabilan agar roda pemerintahan di era Presiden Prabowo bisa berjalan dengan efektif dan tidak tersandera oleh kegaduhan politik yang tidak perlu.

“Kita ini satu bangsa. Kalau kita terus gaduh karena informasi yang tidak jelas, siapa yang rugi? Ya rakyat sendiri. Harusnya, kita dorong pemerintahan ini berjalan dengan stabil supaya bisa fokus ke ekonomi, pembangunan, dan kesejahteraan rakyat,” ucap Luhut.

Luhut menegaskan komitmennya bahwa DEN akan terus mendukung arah kebijakan ekonomi nasional selama itu berpihak pada rakyat dan sesuai kepentingan jangka panjang. Ia juga meminta publik lebih berhati-hati dalam mencerna informasi yang muncul di ruang publik, dan mengimbau semua pihak agar mengedepankan data, etika, serta semangat kebersamaan dalam setiap kritik maupun diskusi.

“Bukan berarti tak boleh mengkritik. Kritik itu penting. Tapi mari kita jadikan kritik sebagai alat untuk membangun, bukan merobohkan. Jangan sampai demokrasi jadi alasan untuk menyerang karakter, menyebar hoaks, lalu mengabaikan fakta dan adab kita sebagai bangsa timur,” pungkasnya.

Berita Terkait

Menteri Agus Andrianto Resmi Buka Mubes ke-6 Pujakesuma, Dorong Kolaborasi Ketahanan Pangan dan Pelestarian Budaya
Prof DR Sutan Nasomal : Bijaksana Mengartikan Londo Ireng Sangat Penting Karena Semua Itu Adalah Saksi Sejarah
Tanpa Rompi, Tanpa Borgol, Eks Jampidsus Jadi Sorotan: PW GP Al Washliyah Desak Transparansi
Pesan dari Kalimantan Menggema hingga Jakarta, PW GP Al Washliyah DKI: Lagu ‘Teruslah Melangkah’ Mayjen TNI Krido Pramono Bangkitkan Semangat Generasi Muda Berkarya
Berani lawan Judol dan Pinjol, DPR RI Yasonna H. Laoly Diteror Puluhan Telepon Misterius, PW GP Al Washliyah Desak Kemkomdigi Usut Tuntas
DPP LPPI: Publik Berhak Tahu Siapa yang Mengatur Konferensi Pers Hotman di Gedung Kejagung
Pernyataan Hotman Sebut Kapolri Harus Izin Presiden untuk Tetapkan Tersangka, DPP LPPI : Sangat Menyesatkan
Prof Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Total Hak Hidup Dan Mati “Sedang Di Jadikan Judi Elit Global”

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 01:15 WIB

Prof DR Sutan Nasomal : Bijaksana Mengartikan Londo Ireng Sangat Penting Karena Semua Itu Adalah Saksi Sejarah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:02 WIB

Tanpa Rompi, Tanpa Borgol, Eks Jampidsus Jadi Sorotan: PW GP Al Washliyah Desak Transparansi

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:41 WIB

Pesan dari Kalimantan Menggema hingga Jakarta, PW GP Al Washliyah DKI: Lagu ‘Teruslah Melangkah’ Mayjen TNI Krido Pramono Bangkitkan Semangat Generasi Muda Berkarya

Selasa, 21 Juli 2026 - 22:53 WIB

Berani lawan Judol dan Pinjol, DPR RI Yasonna H. Laoly Diteror Puluhan Telepon Misterius, PW GP Al Washliyah Desak Kemkomdigi Usut Tuntas

Senin, 20 Juli 2026 - 20:48 WIB

DPP LPPI: Publik Berhak Tahu Siapa yang Mengatur Konferensi Pers Hotman di Gedung Kejagung

Senin, 20 Juli 2026 - 18:02 WIB

Pernyataan Hotman Sebut Kapolri Harus Izin Presiden untuk Tetapkan Tersangka, DPP LPPI : Sangat Menyesatkan

Kamis, 11 Juni 2026 - 04:56 WIB

Prof Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Total Hak Hidup Dan Mati “Sedang Di Jadikan Judi Elit Global”

Selasa, 9 Juni 2026 - 03:20 WIB

Profesor Sutan Nasomal Pahlawan TBA Basuni Kota Hujan Bogor Dan Pahlawan di Nusantara Presiden Data Ulang Tercecer, Agar Adil Pejuang Mendapatkan Haknya

Berita Terbaru