Bayi Meninggal Tragis di Puskesmas Pinangsori, Ayah Laporkan Bidan ke Polisi

AGARA NOW

- Redaksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 16:05 WIB

50594 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tapanuli Tengah – Suasana duka bercampur amarah menyelimuti keluarga Irawan, warga Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara. Peristiwa yang seharusnya menjadi momen bahagia atas kelahiran buah hati, justru berubah menjadi tragedi memilukan. Bayi yang dinanti lahir dalam kondisi mengenaskan, dengan kepala terpisah dari badan saat proses persalinan di Puskesmas Pinangsori.

Tak terima dengan kejadian itu, Irawan resmi melaporkan bidan yang menangani persalinan istrinya ke Polres Tapteng. Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor STPL/B/421/VIII/2025/SPKT/RES TAPTENG/POLDASU, tertanggal 19 Agustus 2025. “Saya sudah resmi melaporkan kejadian ini ke Polres Tapteng. Saya berharap proses hukum berjalan dan ada kejelasan serta keadilan,” ujar Irawan dengan suara bergetar menahan emosi, Selasa (19/8/2025).

Irawan menjelaskan, kejadian memilukan itu berlangsung pada Senin, 18 Agustus 2025, sekitar pukul 09.30 WIB. Ia mengantar istrinya ke ruang bersalin Puskesmas Pinangsori, berharap proses kelahiran berjalan lancar. Namun, apa yang disaksikan kemudian membuatnya syok. Ia menuding salah seorang bidan menarik bayi secara paksa hingga menyebabkan kepala sang jabang bayi terputus. “Saya sangat keberatan atas kejadian ini. Saya percaya ini bukan kecelakaan biasa dan harus diproses sesuai hukum yang berlaku,” katanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tragedi ini tidak hanya menyisakan luka bagi keluarga, tapi juga mengundang perhatian publik setelah viral di media sosial. Adik dari ibu korban, Uwiie Poetrisagita, mengunggah video yang memperlihatkan proses memandikan jenazah bayi ke akun Facebook miliknya. Video itu memperlihatkan kepala bayi terpisah dari tubuh, membuat banyak orang yang menonton terkejut dan marah.

Dalam unggahan tersebut, Uwiie menuliskan permintaan agar masyarakat ikut menyebarkan informasi sebagai bentuk protes. “Tolong bantu share agar tidak ada korban lagi. Dugaan malapraktik di Puskesmas Pinangsori. Badan bayi tertinggal di perut ibunya,” tulisnya. Ia menambahkan, keluarga juga kecewa dengan sikap pihak puskesmas yang dinilai tidak menunjukkan empati maupun memberikan penjelasan memadai. “Kami hanya ingin tahu kronologi sebenarnya. Kenapa bisa sampai seperti itu—kepala patah dan jatuh ke lantai, sementara badan masih di dalam. Apakah kakak kami dijadikan bahan praktik oleh pihak puskesmas?” tulisnya lagi.

Hingga kini, Kepala Puskesmas Pinangsori, Akhiruddin Hutagalung, belum memberikan keterangan resmi. Konfirmasi yang dilayangkan wartawan hanya terbaca tanpa ada balasan. Diamnya pihak puskesmas justru memicu semakin banyak spekulasi di masyarakat.

Kasus ini menambah daftar panjang persoalan serius layanan kesehatan di daerah. Minimnya fasilitas, keterbatasan tenaga medis, serta lemahnya pengawasan seringkali berujung pada persoalan fatal. Kini, masyarakat menanti langkah tegas Polres Tapteng dalam memproses laporan keluarga korban, sekaligus menunggu sikap pemerintah daerah dan dinas kesehatan untuk turun tangan melakukan investigasi.

Bagi keluarga Irawan, kehilangan ini bukan hanya luka, tapi juga peringatan keras bagi sistem kesehatan. Mereka menegaskan tidak akan berhenti menuntut keadilan, agar peristiwa serupa tak kembali terjadi dan tidak ada lagi bayi yang kehilangan nyawa akibat dugaan malapraktik di ruang bersalin. (*)

Berita Terkait

Jawara Dikepruk Amsori Luka Ringan Lapor Polisi: 17 September 2026 Ditahan di Rutan Cibinong – Tim Suta Widhya SH & Rekan Siap Dampingi
Kaperwil Media Online Penuhi Panggilan Klarifikasi Polda Riau Sebagai Saksi
Keluarga Korban Desak Penyidik Polres Langkat Bertindak Profesional, Pemeriksaan Saksi Dinilai Belum Menyeluruh
Sinergitas Sat Reskrim dan Polsek Purba Polres Simalungun Gerak Cepat Tangani Kasus Penganiayaan, Pelaku Diamankan Bersama Barang Bukti
Negara Diminta Serius Berantas Mafia Tanah, Bukan Hanya Berpihak pada Konglomerasi Perkebunan
Prestasi atau Sekadar Seremoni? Menguji Nyali RW di Balik Kasus Asusila yang Membeku di Polda Metro Jaya
Satreskrim Polres Gayo Lues Bekuk Residivis Pelaku Pencurian di Blangkejeren
Kapolres Batu Bara Umumkan Kasus Pembunuhan di Hotel Sorake, Tersangka Sudah Ditetapkan”

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 01:15 WIB

Prof DR Sutan Nasomal : Bijaksana Mengartikan Londo Ireng Sangat Penting Karena Semua Itu Adalah Saksi Sejarah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:02 WIB

Tanpa Rompi, Tanpa Borgol, Eks Jampidsus Jadi Sorotan: PW GP Al Washliyah Desak Transparansi

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:41 WIB

Pesan dari Kalimantan Menggema hingga Jakarta, PW GP Al Washliyah DKI: Lagu ‘Teruslah Melangkah’ Mayjen TNI Krido Pramono Bangkitkan Semangat Generasi Muda Berkarya

Selasa, 21 Juli 2026 - 22:53 WIB

Berani lawan Judol dan Pinjol, DPR RI Yasonna H. Laoly Diteror Puluhan Telepon Misterius, PW GP Al Washliyah Desak Kemkomdigi Usut Tuntas

Senin, 20 Juli 2026 - 20:48 WIB

DPP LPPI: Publik Berhak Tahu Siapa yang Mengatur Konferensi Pers Hotman di Gedung Kejagung

Senin, 20 Juli 2026 - 18:02 WIB

Pernyataan Hotman Sebut Kapolri Harus Izin Presiden untuk Tetapkan Tersangka, DPP LPPI : Sangat Menyesatkan

Kamis, 11 Juni 2026 - 04:56 WIB

Prof Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Total Hak Hidup Dan Mati “Sedang Di Jadikan Judi Elit Global”

Selasa, 9 Juni 2026 - 03:20 WIB

Profesor Sutan Nasomal Pahlawan TBA Basuni Kota Hujan Bogor Dan Pahlawan di Nusantara Presiden Data Ulang Tercecer, Agar Adil Pejuang Mendapatkan Haknya

Berita Terbaru